Jumat, 26 Juli 2013

Menuju Buruh Berdaya Saing Tinggi dan Serikat Buruh / Pekerja Yang Eksis




HOSTUM ( Hapus outsourcing, Tolak Upah Murah), Kenaikan UMP yang cukup significan, bersatunya beberapa Konfederasi, Mengangkat isu Pabrik menjadi isu Publik, menuntut segera dilaksanakannya SISTIM JAMINAN SOSIAL NASIONAL. Dan sebagainya dengan pencapain tersebut buruh melihat secercah harapan.
Bank Pembangunan Asia( ADB) masih optimis perekonomian Indonesia pada tahun 2013 akan terus menggeliat . Didukung konsumsi domestik, investasi, Pembangunan Infrastruktur , serta ekspor dan inpor, ekonomi indonesia diperkirakan akan mampu mencapai pertumbuhan 6.6 %. Pertumbuhan itu mungkin melebihi pertumbuhan negara industri utama seperti Eropa, AS, Jepang , beberapa negara  bahkan ada yang minus.
Tapi bagaimana nasib buruh di Pusaran Pasar  Kerja di Indonesia.
Dari jaman Penajajahan Belanda sampai jaman reformasi nasib buruh masih tetap sama belum merasakan apa yang disebut dengan sejahtera, rumah masih tetap ngontrak, gaji habis untuk bayar utang, biaya transport bisa sampai 40 % mereka harus bisa mengiasati hidup, belum lagi biaya sekolah yang setiap tahun semakin tinggi, beberapa negara biaya sekolah bisa turun dan malah gratis tapi di Indosneisa malah naik terus setiap Tahun sulit bagi buruh untuk anaknya bisa kuliah di Fakultas Kedokteran.
Persoalan itu buruh akan tetap menjadi persoalan utama apalagi setelah krisis ekonomi di Indoensia th 1999, Krisis itu sangat dasyat yang mengebabkan banyak perusahaan, disemua sektor kolap , Finance, Otomotip, Retail, Telekomunikasi, Logistik, Grafika, dan sebagainya sehingga banyak menimbulkan pengangguran yang dulunya kerja disektor Formal beralih ke sektor Informal dengan kondisi tidak ada jaminan Sosial kalaupun ada tapi sangat minim dibandingkan bekerja di sektor Formal.


Disektor Formalpun keadaan kesejahteraan Buruh/karyawan   mengalami peningkatan kesejahtraan sangat lambat, malah dibeberapa perusahaan kejahteraan mereka semakin menurun dibandingkan 5 tahun kebelakang. Bahkan ada yang terancam di PHK.
Dari data yang ada hampir 13 tahun dari krisis struktur pasar kerja kita masih belum berubah. Dari 118 juga anggkatan kerja pada Agustus 2012, 44.2 juta orang ( 39.86 %) bekerja di sektor formal dan 66.6 juta orang 60,14 %) di sektor informal , Negara dengan kekuatan ekonomi no 16 besar didunia dari sisi produk domestik bruto memiliki 66, 6 Juta orang bekerja di sektor informal, artinya mereka tampa jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian, yang penting lagi adalah job security.
Investas1 memang kelihatan selalu meningkat dan masuk ke indonesai karena Indonesia kaya sumber daya alam dan kaya Sumber tenaga kerja, jumlah penduduk yang banyak, pertumbuhan kelas menengah meningkat, komsumsi tinggi tapi belum bisa menciptakan lapangan kerja yang significan dan tenaga kerja yang berkwalitas dan dapat menyerap mengangguran terbuka sebangak 7.2 juta orang.
Kemampuan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak mampu mengerap tenaga kerja malah menurun Asumsi pertumbuhan ekonomi naik 1 persen tahun ini hanya diperkirakan mengerap sekitar 200,000, pekerja, padahal sedikitnya 2-5 juta pencari kerja baru memasuki pasar tenaga kerja setiap tahun, inilah yang menekan daya tawar buruh rendah karena berlaku hukum ekonomi dimana permintaan lebih sedikit dari penawaran .
Persoalan Yang Tidak Terselesaikan.
Buruh  melakukan unjuk rasa karena pemerintah absen selama ini dengan nasib buruh, buruh melakukan unjuk rasa bukan untuk melawan pengusaha atau perusahaan yang  menjadi tempat buruh untuk mencari kehidupan, Daya tawar buruh yang rendah seperti telah disebutkan diatas membuat upah minimum profinsi (UMP)  dibawah angka kebutuhan hidup layak lima tahun terkahir kenaikan angat kecil dan kenaikan tahun ini cukup signifikan tetapi pengusaha mulai ada yang melakukan  PHK atau melakukan penundaan pembayaran UMP.
Belum lagi akan diberlakukannya Zona bebas perdagangan Dunia dan Asean dimana akan sebentar lagi datang th 2015 yang artinya Tenaga kerja asing akan bebas bekerja di Negara kita dengan gaji setara UMP tentu dengan ketrampilan yang jauh berbeda misalnya dari segi bahasa dan itu sudah melai terjadi di beberapa perusahaan yang berafiliasi di ASPEK INDONESIA. Tapi pemerintah sampai saat ini kelihatannyA belum melakakan apa apa untuk mengantisipasi hakl itu. Baru ada wacana pemerintah akan membuat balai latihan kerja untuk memdidik tenaga kerja Indosneia supaya lebih tranpil sehingga siap bersaing.
Ditambah lagi Inti persoalan yang sebenarnya ada pada Undang Undang No 13 Tahun 2003 perihal diijinkannya ketenagakerjaan dengan Sistim alih daya, menambah persaingan ketenagakerjaan semikin meningkat, Pengawasan ketenagakerjaan yang hampir tidak ada atau lemah membuat sistim alih daya ini semakin masif dan tidak terkontrol, sehingga ekploitasi tenaga kerja semakin menjadi jadi buruh tetap semakin berkurang diganti dengan buruh alih daya atau pemborongan kepada pihak ketiga dengan dalih efisiensi.
Jenjang karir yang tidak ada dengan system alih daya , gaji pekerja baru sama dengan gaji buruh yang bekerja puluhan tahun.
Diperkirakan triliunan rupiah uang mengalir kepada fihak fihak pengelenggara atau Pengusaha jasa alih daya yang tidak jelas perijinannya yang mengambil keuntungan bisa dua atau tiga kali lipat, karena perlakuan sub-sub agent sampai tiga kali sub dari pengusaha alih daya yang satu ke pengusha alih daya pengusaha alih daya yang lain. Dan itu otomatis akan memotong hak yang paling dasar dari buruh.(hak normatif) yang seharusnya diterima.
Tampa mengurangi arti perjuangan ,pencapain yang telah di peroleh oleh Buruh artikel ini mencoba untuk mengingatkan kembali akan tugas mulia dari pengurus serikat atau aktivis serikat atau segenap pelaku yang berhubungan dengan ketenaga kerjaan ditahun tahun ke depan dapat menciptakan DAYA SAING BURUH YANG TINGGI DAN SERIKAT/BURUH YANG EKSIS, bagaimana cara untuk dapat menciptakan itu ? Buruh dan Pengurus serikat pekerja mulai dari level bawah sampai atas harus harus selalu melakukan inovasi dan formulasi strategi yang berdasarkan Lima Prinsip Serikat Pekerja kelima prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh serikat pekerja yang sejati adalah :
Ø Solidaritas jiwa dari gerakan serikat pekerja adalah solidaritas tanpa semangat persaudaraan tidak ada gerakan serikat pekerja yang sejati.solidaritas juga berarti berjuang bersama untuk melawan tindakan ekspoitasi yang mengebabkan buruh menderita solidaritas harus melampaui batas-batas dari organisasi negara, dunia sodidaritas mengingat komitmen mereka yang masih disebut buruh juga yang merasa bukan buruh tapi sejatinya dia adalah buruh karena masih makan gaji dari orang.
Ø Kamandirian.menjadi penting karena ketika buruh menjadi sadar bahwa mereka tidak dapat mengharapkan orang lain yang memperjaungkan hak hak mereka, karena nasib berada di tangan mereka,  bukan ditentukan oleh orang lain tapi nasib ditentukan oleh diri atau mereka sendiri.oleh sebab itu jangan pernah serikat pekerja/buruh itu dikendalikan oleh kekuatan kekuatan luar dalam keadaan apapun kemandirian adalah harga mati

Ø Demokrasi adalah merupakan prinsip penting lainnya yang  harus dijalankan oleh serikat pekerja/buruh ,Demokrasi bagi serikat pekerja/buruh adalah udara bagi kita semua, tidak ada diskriminasi semua hak dan tugas sama dalam kegiatan serikat/buruh semua anggota mempungai kesetaraan dalam hal ini.


Ø Persatuan adalah aspirasi dasar bagi serikat pekerja/buruh , dalam persatuan ada kerja sama seluruh pekerja dalam satu pusat. Dalam gerakan serikat pekerja yang terpisah pisah , atau terpecah belah waktu, tenaga, biaya habis untuk memerangi organisasi serikat pekerja lawan lawannya , musuh musuhnya situasi ini akan membawa serikat pekerja menjadi kontra produktif , Situasi ini otomatis akan memperlemah dan menghancurkan kekuatan pekerja serta menguntungkan fihak lawan.Buang sifat egoisme masing masing biasanya timbul karena sifat, kepentingan pribadi pinpinan ditempatkan  diatas kepentingan anggota mensejahterakan anggota menjadi di nomor duakan.
Orientasi aliran atau orientasi politik yang berbeda dalam gerakan serikat pekerja/buruh kita harus mau mengakui tidak ada satu ideologi politikpun yang dapat mempersatukan seluruh pekerja dari menempatkan mereka menjadi satu atap, sebagai anggota masyarakat lainnya , pekerja/buruh berhak memiliki pandangan politik yang tidak selalu  harus sama boleh bersimpati pada partai polik-partai politik  yang mereka sukai, jadi supaya persatuan yang teguh dan sunguh-sungguh dapat dibina, gerakan serikat pekerja/buruh  harus bebas dari pengaruh ketergantungan pada partai politik manapun dan  harus menghargai pandangan politik yang berbeda beda yang di anut oleh anggotanya ingat (BHINEKA TUNGGAL IKA) RUMUS NENEK MOYANG UNTUK MENGGALANG PERSATUAN YANG SEJATI DAN MANTAP.
Ø Tanggung jawab.terakhir tapi tidak kalah pentingnya prinsip yang harus dianut adalah tanggung jawab kepada anggota dan  masyarakat secara keseluruhan, pengurus serikat/buruh  harus memiliki konpetensi, keseriusan dan ketekunan untuk menjalankan fungi-fungsi masing masing yang membuat  mereka terpilih menjadi pengurus.Prinsip ini menuntut serikat pekerja/buruh, untuk berjuang dengan berani, teguh, dan tekad yang bulat buat kepentingan para aaggotanya uantuk mengupayakan manfaat yang sebaik baiknya bagi kesejahteraan mereka. Juga tidak ragu ragu dalam melakukan aksi –aksi militan apabila diperlukan tetapi tetap menghindari resiko  dan pengorbanan yang tidak perlu dimana hal itu akan hanya membuat anggota menderita, hindari dan menolak manuver manuver yang emosioanal. Yang akan membawa kearah membahayakan serikat pekerja dan merugikan fihak fihak lain.
Disamping lima prinsip dasar tersebut Buruh dan serikat pekerja/buruh harus terus menerus secara rutin membuat program program penguataan organisasi, melalui pelatihan pelatihan berupa soft skill mis Leadership, Negosiation skill, Comunication effektip, Pelayanan Prima dsbnya yang mutlak  harus dilakukan baik dilakukan sendiri maupun bekerja sama dengan pihak luar dimana pelatihan pelatihan tersebut akan dapat meningkatkan ketrampilan dalam menghadapi perubahan situasi  yang akan terjadi. Pelatihan tidak hanya perihal serikat juga hal hal yang berhubungan dengan ketrampilan  buruh yang  bisa meningkatkan  daya saing dan produktifitas buruh dan anggota serikat/pekerja, buat group kelompok  lakukan kajian  yang bisa memberikan masukan yang positif menuju arah kemajuan perusahaan , peningkatan produksi, pengurangan biaya , inovasi pemasaran.dan produksi, lakukan sosisal dialog, sosial partnership.
 Buruh dan Serikat Pekerja/Buruh  harus terus memperkaya diri dengan melakukan sinkronisasi dengan sumber daya yang ada baik dilingkngan intern maupun di  exsetern sehingga kelangsungan hidup semua fihak tetap terjaga
Buruh dan Serikat pekerja adalah benteng terkahir dalam pertahanan melawan ekploitasi, untuk mendorong diri sendiri dan memperbaiki kehidupan pekerja, dan perdayakan diri kita melalui serikat pekerja mengingatkan negara tentang perannya mensejahterakan rakyatnya, sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara.

Implementasi strategi tidaklah mudah dan bukan hal yang sederhana, ada banyak halangan, rintangan dan keterbatasan, yang harus di benahi bersama, namun dengan semangat yang ada dengan pola perencanaan yang matang , komitmen serta koordiansi yang efektip  diantara pelaku  serikat pekerja/buruh niscaya langkah menuju  buruh berdaya saing tinggi dan serikat/buruh pekerja yang eksis dapat dicapai.
Selamat berefleksi, berkontenplasi , selamat mengambut tahun baru, sukses mengertai Bro n Sis, salam sehatndamai Hidup Buruh, Hidup Aspek Indonesia. 

I Putu Raka A Pendit.
Wakil Direktur Lembaga Pengembangan Organisasi


Asosiasi Serikat Pekerja Indonsia


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...