Minggu, 30 Desember 2018

Berapa Jumlah Pengangguran di Indonesia tahun 2018 ? Naik?!

Infografis Pengangguran di Indonesia BPS
Infografis Pengangguran di Indonesia
Menurut Badan Pusat Statistik Nasional, jumlah Angkatan Kerja di Indonesia per Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017.

Penambahan jumlah angkatan kerja tersebut berbanding lurus dengan peningkatan orang-orang yang bekerja pada Februari 2018 sebesar 127,07 juta orang, naik sebanyak 2,53 juta orang dibanding Februari 2017 yang hanya mencapai 124,54 juta orang.

Nah, lalu bagaimana dengan pengangguran? Dari 133,94 juta orang total Angkatan Kerja, sebanyak 6,87 juta orang penduduk masih mencari pekerjaan (pengangguran). Meskipun jumlah tersebut mengalami penurunan 140 ribu orang dibanding Februari 2017. Jumlah pengangguran yang turun, sejalan dengan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun sebesar 5,13 persen.

- Tenaga Kerja

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20 persen, meningkat 0,18 persen poin.

Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 140 ribu orang, sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,13 persen pada Februari 2018. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tertinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,92 persen.

Jumat, 28 Desember 2018

Tahun 2020 32 Juta Orang di Indonesia Akan kehilangan pekerjaan

Menurut Presiden KSPI Revolusi Industri 4.0 Akan berdampak

Said Iqbal Presiden KSPI
Said Iqbal Presiden KSPI
Revolusi industri 4.0 ternyata juga membawa kekhawatiran bagi pada buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai hal ini turut menjadi ancaman pagi para buruh. 

Presiden KSPI Said Iqbal mencatat dampak revolusi industri ini akan mulai terasa tahun 2020 mendatang.

"2020 akan terasa dampak industri 4.0. Bahkan Mc Kinsey menyatakan 300 juta orang akan kehilangan pekerjaan. Beberapa kajian di Indonesia, 32 juta orang akan kehilangan pekerjaan. Memang itu akan mulai di 2020," ujarnya saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).

Perkembangan ekonomi digital juga kata dia, akan berpengaruh pada perubahan gaya bisnis hingga pengurangan tenaga kerja. Ia menilai pemerintah belum siap dengan hal ini. 

"Outlook 2019 pemerintah tidak siap dari sisi regulasi dan proteksi untuk para pekerja, dunia usaha. Ini bukan pesimis ya. Ini tantangan. Ini persoalan serius. 2019 bukan hanya soal Capres. Ini serius tantangan revolusi industri 4.0," ungkapnya.

"Itu ancaman sekaligus tantangan. Kita tidak anti asing. krn nggak ada lagi batas negara. Yang kita persoalkan adalah, kedaulatan ekonomi juga harus dijaga dalam bentuk regulasi," imbuhnya.

Said bahkan mengatakan, akan terjadi gelombang PHK kelima dalam pemerintahan saat ini. Teurtama ditengah perkembangan revolusi industri 4.0.

"Kami menyerukan ke pemerintah, jangan hanya main angka dan data yang disajikan karena jelang pilpres. Harus dibuka apa tantangannya. Dalam Pilpres dan Pileg, kami akan angkat isu ini terus," ungkapnya.

Sedangkan menurut mentri tenaga kerja RI


Hanif Dakiri mentri tenaga kerja RI
Hanif Dakiri mentri tenaga kerja RI
Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menyatakan, era revolusi industri ke-4 atau industry 4.0 bukan merupakan ancaman bagi sektor tenaga kerja di Indonesia.

Meski demikian, para tenaga kerja dan calon tenaga kerja harus segera mempersiapkan diri dalam rangka memasuki era revolusi industri ke-4.

Hanif mengungkapkan, ‎salah satu tantangan dari perkembangan teknologi informasi yang cepat dan masif adalah perubahan industri.

Kamis, 27 Desember 2018

SP PT PLN Luncurkan Aplikasi LAPPOR

Launching Aplikasi LAPPOR (Layanan Aspirasi Penyampaian Pengaduan Online Laskar)

Serikat Pekerja PLN  Aplikasi LAPPOR LASKAR PLN

Sejarah baru telah terukir di Dunia serikat pekerja di PT PLN (Persero) dengan hadirnya terobosan baru yang dihadirkan oleh LASKAR PLN. Dengan belajar terhadap kejadian di masa lampau dan melihat masalah yang terjadi di lapangan bahwa belum adanya komunikasi yang baik terkait keluhan anggota terhadap kondisi yang ada di lapangan terkait masalah kesejahteraan, hukum dan lainnya.

Serikat Pekerja PLN
Tampilan Aplikasi LAPPOR LASKAR PLN

Aplikasi Android SP PT PLN LAPPOR
Aplikasi Android SP PT PLN LAPPOR


Tidak adanya database yang bagus terkait permasalahan anggota juga membuat permasalahan yang kadang berulang menjadi lama penyelesaiannya. Hasil karya anak bangsa dan anggota keluarga LASKAR PLN yaitu Pembri R Hanafi, Puji Setiawan dan Rizki Agung dari bidang TIK LASKAR menghasilkan LAPPOR (Layanan Aspirasi Penyampaian Pengaduan Online Laskar).

Aplikasi dengan platform android ini diharapkan dapat menjadi tools untuk dapat menyaring aspirasi dari anggota dan feedback untuk pengurus LASKAR. Diharapkan dengan masalah yang terdata dengan baik dapat disampaikan dan didiskusikan dengan manajemen agar dapat tercipta solusi untuk kesejahteraan anggota dan peningkatan kinerja perseroan. Launching aplikasi ini dihadiri oleh DIR HCM M. Ali, KDIV HCMS dan Ibu Diah MS HI, mereka menyambut baik hal ini dan berharap ada hal positive dari produk LASKAR ini.

sumber : https://laskarpln.org/launching-aplikasi-lappor/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...