Rabu, 17 Desember 2014

“Karena Persatuan Adalah Keharusan”

Presiden KSPI, KSPSI dan KSBSI dalam sebuah aksi di depan Gedung DPR RI, 26 November 2014. | Foto: Ocha Hema-One

Vice Presiden FSPMI (Obon Tabroni), Presiden KSPI (Said Iqbal), KSPSI (Andi Gani Nena Wea) dan Presiden KSBSI (Mudhofir) dalam sebuah aksi di depan Gedung DPR RI, 26 November 2014. | Foto: Ocha Hema-One
Buruh bersatu tak bisa dikalahkan.
Sejak pertamakali mengenal serikat pekerja, belasan tahun yang lalu, kalimat diatas sudah sedemikian familiar di telinga saya.  Bisa jadi, itu adalah ajaran paling purba dari gerakan serikat pekerja. Adanya kesadaran bahwa hanya dengan persatuan kaum buruh bisa mendapatkan kekuatan, menjadikan keberadaan serikat pekerja tetap relevan hingga kapan pun.

“Selamat ya, upahmu lebih tinggi dari DKI Jakarta.”


Seorang peserta aksi sedang mengangkat tuntutan kenaikan upah 30% tahun 2015 dalam sebuah aksi di Jawa Timur. | Foto: Kascey
Seorang peserta aksi sedang mengangkat tuntutan kenaikan upah 30% tahun 2015 dalam sebuah aksi di Jawa Timur. | Foto: Kascey
Kami sedang melakukan rapat evaluasi perjuangan UMK 2015 di Sekretariat DPP FSPMI, Jakarta, ketika mendapat kabar jika Gubernur Jawa Timur secara resmi sudah mengeluarkan surat keputusan tentang besaran upah minimum Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Seperti halnya yang dirasakan buruh di provinsi yang terletak di ujung timur pulau Jawa itu, kami di Jakarta menyambut dengan suka cita. Dengan kenaikan upah minimum rata-rata diatas 20%, Jawa Timur berhasil mengukir dua sejarah sekaligus.
Pertama, inilah untuk pertamakalinya, upah minimum di Jawa Timur melampaui
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...