Senin, 12 Mei 2014

Ada TV Dan Parfum, Penambahan Item KHL Berdasarkan Riset

Ada TV Dan Parfum, Penambahan Item KHL Berdasarkan Riset
KSPI, Terkait adanya beberapa item yang diperdebatkan didalam 84 item Kebutuhan Hidup Layak ( KHL) yang dituntut oleh KSPI saat Mayday 2014 maka KSPI menegaskan jika hal tersebut berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh Akatiga dimana buruh membutuhkan 122 item dan untuk pekerja lajang kajian yang dilakukan oleh KSPI terhadap kebutuhan yang sangat diinginkan oleh buruh adalah 84 item Sebelumnya, kita telah membuat dan mengukur seberapa banyakkah kebutuhan yang diperlukan oleh buruh.

Tahun 1982 pada zaman Presiden Soeharto, Menteri tenaga kerja pada saat itu, Soedomo, merumuskan yang namanya Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) yang berisikan hampir 50 Item. Dan kebutuhan itu, seiring waktu akan mengalami sebuah perubahan. Semisal jika dulu mengukur baju pakai tetoron, kalau sekarang pakai tetoron lagi ya tidak mungkin. Begitu pula jika dulu itu mendengarkan radio yang dua Band, sekarang mana ada radio dua band,sudah tidak ada lagi di pasarsn Jadi seiring waktu terhadap konsumsi masyarakat dalam hal ini maka kebutuhan hidup para buruh tentu akan berubah.
Jadi seiring waktu dan makin meningkatnya perekonomian negara maka kebutuhan seperti radio sebagai alat informasi bagi para pekerja berubah menjadi televisi. Karena saat ini masyarakat ataupun buruh lebih banyak membeli televisi. Oleh karena itu, Item televisi itu sangat dibutuhkan untuk kekinian bukan kekunoan. Jadi kita tidak bisa membandingkan dengan yang dulu. Terlebih, item televisi ini dalam survey KSPI di tiap daerah itu berbeda – beda. Itemnya tetap televisi, tetapi jenis ataupun kualitasnya berbeda – beda. Dan mengapa ditemukan adanya jenis LED, karena LED itukan adanya di Jabodetabek. Karena sesuai dengan hukum pasar, barang yang banyak tersedia pasti itulah yang dibeli.
Hasil survey kita dalam kuesioner dan FGD (Focus Group Diskusi), menemukan setidaknya 60 % hasil survey adalah televisi LED. Namun yang perlu menjadi catatan adalah, hal itu janganlah terlalu digeneralisir seolah – olah seluruh daerah perlu televisi LED. Bisa saja misalnya di Sidoarjo yang paling banyak dikonsumsi itu televisi china lalu di Pare – Pare banyak mengkonsumsi Televisi tabung. Bisa saja misalnya dewan pengupahan di Sidorajo dan pare pare memutuskan Televisi tabung sebagai item survey KHL Tetapi prinsipnya item televisinya harus ada Karena itu kebutuhan. Dan harga di tiap daerahnya pasti berbeda.
Jadi, penentuan jenis dan kualitas televisinya itu tergantung dewan pengupahan di tiap daerah. Dan yang lainnya seperti parfum. Jika dulu mungkin orang tak memakai parfum karena dulu kualitas udaranya masih bagus dan polusinya pun masih sedikit. Sehingga tidak membutuhkan parfum pada dahulu. Jadi karena seiring waktu dan kebutuhan, kebutuhan parfum menjadi juga kebutuhan para buruh. Perlu menjadi catatan adalah, jangan sekali – kali membayangkan jika kebutuhan parfum buruh adalah parfum yang mahal. Hal ini karena didasari pola konsumsi yang berubah. Jadi, itulah mengapa kita meminta adanya penambahan item KHL dari 60 item menjadi 84 item KHL seperti yang jadi satu dari 10 tuntutan KSPI saat Mayday 2014.

Terima Kasih
Said Iqbal
Presiden KSPI

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...