Kamis, 10 April 2014

Upah Murah Nike, Buah Aturan Pemerintah Indonesia

Jersey yang dipersiapkan untuk perhelatan Piala Dunia oleh Tim Nasional Inggris diproduksi oleh Nike di Indonesia. Namun, bayaran untuk buruh yang mengerjakan baju yang mahal ini sangat-sangat murah.
Buruh-buruh ini hanya dibayar 30 pence per jam. Jika 100 pence setara dengan 1 pounds, artinya, buruh ini cuma dibayar Rp5.642 per jam. Jika buruh tersebut bekerja selama delapan jam sehari, dan masuk kerja selama lima hari dalam seminggu, mereka hanya mengantongi gaji sebesar Rp1,26 juta tiap bulan.

Upah tersebut ditetapkan Nike seiring dengan upah minimal regional (UMR) oleh otoritas berwenang Indonesia. Meski demikian, uang tersebut terlalu sedikit untuk makan dan membeli pakaian keluarga mereka. Para buruh pun Kebanyakan hanya diam, karena takut dipecat jika bicara.
Namun, setelah protes besar-besaran tahun lalu, pekerja Nike di Jakarta mengalami kenaikan upah minimum 44 persen menjadi Rp2,2 juta, atau setara dengan 117 poundsterling per bulan. Sayangnya, berbeda dengan Jakarta, para pekerja pedesaan masih mengalami nasib yang buruk.
Salah seorang buruh yang berperan menjadi penjahit di sebuah pabrik Nike di Indonesia, Aida, mengatakan telah menjahit kira-kira 120 unit kaus Nike per jamnya di pabrik tersebut.
“Saya dan rekan kerja saya harus hidup pada Rp2,2 juta per bulan, jauh di bawah upah hidup untuk membeli makanan yang layak, perumahan dan perawatan kesehatan, dan pendidikan untuk keluarga dengan anak-anak,” katanya seperti dikutip dari Mirror, Senin (7/3/2014).
“Satu kaus dijual seharga hampir 40 persen dari apa yang saya peroleh selama satu bulan. Nike membuat keuntungan besar dari pekerjaan kita, tapi gagal untuk membayar upah layak bagi kita. Seharusnya perusahaan mengikuti slogan Nike, ‘Just do it’,” tambah dia.
Tim kampanye anti Nike mengatakan, upah layak bagi seorang pekerja tunggal di Indonesia adalah sekitar 190 poundsterling per bulan atau setara Rp3,572 juta mengacu kurs Rp18.803 per poundsterling.
Markas utama Nike, di Oregon, Portland, memiliki kantor yang sangat bagus, dengan struktur kaca berkilauan dan memiliki bentuk ramping, dengan presidennya Mark Parker, dibayar 9,2 juta poundsterling atau Rp172,987 miliar pada 2013, dan mempunyai aset sebesar 15,6 miliar poundsterling dengan laba 1,5 miliar poundsterling tahun lalu. Kontras dengan kondisi panas dan berdebu di pabrik Indonesia.
Dalam beberapa dekade terakhir, biaya tenaga kerja yang meningkat di Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, telah membuat Nike mengalihkan basis produksinya ke China, Thailand, Indonesia, Vietnam dan Kamboja.
http://economy.okezone.com/read/2014/04/07/320/966591/upah-murah-nike-buah-aturan-pemerintah-indonesia

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...