Rabu, 12 Maret 2014

BURUH GO POLITICS: Dari Pabrik ke Publik

Oleh: Said Iqbal (Presiden FSPMI )
Kini slogan ‘buruh go politics’ sudah tak asing lagi. Semakin banyak orang yang mengucapkan setiap kali ada calon legislatif dari kalangan pekerja/buruh yang sedang melakukan sosialisasi. Dan harus diakui, kalimat itu menjadi daya tarik. Menarik. Karena buruh sudah membuktikan, bahwa mereka bekerja bukan semata-mata untuk dirinya. Tetapi juga untuk kepentingan rakyat secara keseluruhan.

Jaminan kesehatan adalah buktinya. Berkat perjuangan kaum buruh lah, seluruh rakyat Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Seumur hidup. Seluruh penyakit.
Itu bukan satu-satuya capaian yang didapat. Dalam dua tahun terakir, kita juga berhasil memperjuangkan kenaikkan upah secara signifikan. Berhasil memaksa pemerintah mengeluarkan peraturan yang secara tegas melarang penggunaan buruh outsourcing dibagian inti perusahaan. Dan ini yang mengagumkan: mulai 1 Juli 2015 nanti, seluruh buruh formal wajib mendapatkan jaminan pensiun. Tak ada beda dengan yang didapatkan PNS, TNI/POLRI saat ini.
Tentu saja, perjuangan kita tak berhenti sampai disini. Sudah kita tegaskan berkali-kali, kaum buruh menuntut kenaikan upah tahun 2015 serendah-rendahnya 30%. Tak hanya soal upah, kita juga ingin memastikan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat berjalan. Tidak boleh ada rakyat yang ditolak ketika di Rumah Sakit dan selanjutnya menuntut agar buruh tidak perlu lagi membayar iuran jaminan kesehatan.
Satu hal yang tak akan pernah kita lupakan, yaitu tentang kekerasan terhadap buruh. Hingga kapanpun kita akan bersuara keras: HENTIKAN KEKERASAN TERHADAP BURUH!
Lalu apa pentingnya go politics bagi kaum buruh? Sangat penting! Lebih dari penting, go politics adalah sebuah keharusan. Kader buruh yang duduk di lembaga legislatif inilah yang kelak kita harapkan mampu mengawal target-target perjuangan kita. Percaya mereka bisa. Karena integritas dan kesetiaan mereka terhadap perjuangan kaum buruh sudah teruji bertahun-tahun lamanya.
Itulah sebabnya, FSPMI kembali meminta kepada seluruh anggota untuk memenangkan calon legislatif yang sudah direkomendasikan oleh organisasi. Yakinlah pada satu hal, bahwa nasib buruh harus ditentukan oleh buruh itu sendiri. Maka memilih caleg kader buruh yang sudah direkomendasikan oleh organisasi adalah sebuah keharusan yang tak bisa ditawar. Sekali lagi, integritas mereka sudah diuji oleh organisasi.
Diluar nama-nama yang sudah direkomendasikan, tidak ada kewajiban bagi anggota untuk memilihnya.
Go politics tidak semata-mata menempatkan orang dalam lembaga legislatif. Ia adalah bagian dari strategi perjuangan. Jika sebelumnya kita mengenal 3 (tiga) strategi perjuangan: Konsep – Loby – Aksi. Maka Go Politics adalah strategi kita yang keempat. Dan jika ini berhasil, tak menuntup kemungkinan di daerah-daerah padat industri kita juga akan mendorong kader terbaik FSPMI menjadi Bupati. Dan jika ruang-ruang pengambil kebijakan sudah dikuasai, maka cita-cita kesejahteraan menjadi semakin dekat lagi! (*)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...